GEMMASS

  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi

Login



Pengunjung

Ada 5 tamu online
PLPM
Desa Siaga

PERKEMBANGAN DESA SIAGA DI KABUPATEN BANYUWANGI

Adanya berbagai permasalahan kesehatan : angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta beban ganda penyakit lama seperti malaria, TBC Paru dan juga adanya penyakit baru seperti HIV AIDS, Flu Burung, angka penyakit endemis : diare, demam berdarah, bencana alam dimana-mana, memerlukan kesiapsiagaan semua pihak termasuk masyarakat.

            Konsep desa siaga mewadahi kebutuhan masyarakat untuk memperoleh hak hidup sehat melalui pendekatan perggerakan dan pemberdayaan masyarakat untuk cepat tanggap terhadap masalah kesehatan dan kesiap siagaan terhadap kemungkinan bencana dan kegawat daruratan sehari-hari.

            Dalam kunjungannya di Poskesdes Sraten, Poskeskel  Banjarsari Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari mengajak semua masyarakat senantiasa siaga terhadap masalah kesehatan dan kemungkinan kegawatdaruratan dan bencana sehari-hari. “Masalah ibu hamil dapat diantisipasi dengan adanya penandaan kehamilan berisiko, tabulin, ambulan desa dan adanya kelompok pendonor darah. Demikian juga dengan peran serta masyarakat dalam kewaspadaan penyakit seperti demam berdarah, perlu kesiapan semua pihak dalam mengenali dan mengantisipasi dengan gerakan jumat bersih atau yang dikenal dengan gerakan nit Lenyapkan sarang Nyamuk”, demikian ujarnya dalam sambutan disela-sela kunjungan. Diakhir kunjungannya bupati mengajak semua masyarakat mengembangkan “Desa Siaga” sehingga “Masyarakat Banyuwangi Mandiri Untuk Hidup Sehat” dapat tercipta.

            Banyuwangi yang memiliki 217 desa/kelurahan dalam 24 kecamatan merupakan daerah yang rawan terhadap masalah kesehatan dan bencana. Wilayah yang membujur sepanjang pantai selatan memungkinan ancaman tsunami dan gempa bumi. Sebagai ujung timur pulau jawa dan berbatasan dengan pulau Bali, tingkat mobilitas penduduk asli maupun wisatawan cukup tinggi. Angka penyakit HIV/AIDS pun juga mengikuti perkembangan pesat pembangunan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi.

            Berbagai upaya dalam pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan telah dikembangkan salah satunya desa siaga. Poskesdes sebagai wahana pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan dinilai positif dan perlu dikembangkan oleh semua pihak.

 

KEGIATAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA DI KABUPATEN BANYUWANGI

Kegiatan Pengembangan Desa Siaga Di Kabupaten Banyuwangi dimulai dengan :

1.     Sosialiasasi Pengembangan Desa Siaga

Sosialisasi desa siaga dilakukan dalam Roadshow  ke Kecamatan-kecamatan Se- Kabupaten Banyuwangi oleh Bupati Banyuwangi dan pejabat terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

 

Sosialisasi di Kec. Tegalsari, dan Kec Srono

 

2.     Pencanangan Desa Siaga Se Kabupaten Banyuwangi

Pada pencanangan Desa Siaga di Kabupaten Banyuwangi ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Pengembangan Desa Siaga oleh perwakilan Camat dan Kepala Puskesmas.

 

Kegiatan Pencanangan  Desa Siaga di Kelurahan Banjarsari

 

 

 

3.           Pelatihan Desa Siaga

Pelatihan desa siaga dilakukan di Aula Dinas Kesehatan dan KB Kab. Banyuwangi . Pelatihan dilakukan bertahap dari petugas kesehatan/Bidan serta kader desa siaga/Bagas.

 

Fasilitator antusias memberikan materi

 

Jumlah bidan/petugas kesehatan di desa kelurahan yang sudah dilatih desa siaga sejumlah 233 petugas kesehatan. Dari semua desa/kelurahan yang ada sudah memiliki minimal 1 Bidan yang telah dilatih desa siaga.

Sedangkan kader poskesdes/Bagas/ Pembantu petugas yang telah dilatih desa siaga sejumlah 155 kader. Sedangkan 62 desa yang belum memiliki kader terlatih desa siaga akan dilatih pada bulan Oktober-Desember 2009.

Suasana Pelatihan Kader Poskesdes

 

4.     Tindak lanjut Pelatihan Desa Siaga

Setelah dilakukan pelatihan desa siaga, kegiatan yang dilakukan  dari bidan dan kader desa/kelurahan yang sudah dilatih antara lain :

  1. Sosialisasi Desa/ kelurahan siaga

Sosialisasi desa siaga dilakukan didesa/kelurahan masing-masing dengan mengundang kader, tokoh masyarakat maupun tokoh agama yang ada untuk memberikan gambaran desa siaga pada masyarakat.

 
 
 

 

 

 

 

 

Kegiatan Soasialisasi di salah satu desa

  1. Pelatihan Kader

Untuk menambah tenaga/ kader terlatih di desa siaga, dilakukan pelatihan kader tambahan di masing-masing desa oleh bidan dan kader yang telah dilatih di kabupaten.

 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. Survei Mawas Diri (SMD)

Setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan kader di masing-masing desa/kelurahan , dilanjutkan kegiatan pendataan masalah kesehatan di masing-masing rumah. Rumah yang didata berkisar antara 15-20 % dari jumlah KK yang ada.

Pendataan oleh kader

  1. Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD)

Dari permasalahan yang didapatkan dari Survei dilakukan pemecahan masalah melalui Musyawarah Masyarakat Desa. Pemecahan masalah dari masing- masing desa bervariasi antara lain : Bantuan Pembuatan jamban umum, pemasangan genteng kaca,  kerja bakti bersama, penyuluhan dan kegiatan lain sesuai dengan masalah yang dijumpai di masing-masing wilayah.

 

Kegiatan MMD di salah satu desa

 

Musyawarah masyarakat desa dilakukan secara berkala sesuai dengan masalah yang ditemukan maupun yang muncul.

Adapun Kegiatan pengembangan lain yang dilakukan desa/ kelurahan antara lain :

a. Pembentukan Kelompok Pendonor darah

Untuk mengantisipasi kegawat daruratan pada ibu hamil, kegawat daruratan  sehari-hari dan bencana dibentuk kelompok-kelompok pendonor darah di wilayah.

 

b.  Pembentukan  Ambulan desa

Ambulan desa merupakan kendaraaan milik masyarakat yang siap mengantarkan anggota masyarakat lain bila memerlukan transportasi rujukan.

 

 

c.  Pembiayaan berbasis masyarakat

Di beberapa desa/kelurahan pembiayaan berbasis masyarakat berupa jimpitan, tabungan ibu bersalin dan dana sosial. Dana sosial yang dibentuk dengan iuran 1000 rupiah tiap KK setiap bulan bisa membantu  meringankan penderitaan anggota masyarakat lain yang sedang mengalami masalah kesehatan dan dirawat di rumah sakit sebesar 100.000,- sampai 150.000,- sesuai kesepakatan masyarakat

 

d.  Kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan :

-            pembangunan jamban percontohan oleh masyarakat

-            pemasangan genteng kaca

-            kerjabakti rutin oleh masyarakat

-            pemantauan jentik secara rutin oleh masyarakat

-            pembuatan tempat sampah umum oleh masyarakat

-            plesterisasi pada rumah yang kurang memenuhi syarat kesehatan

-            penyuluhan-penyuluhan kesehatan

-            dll

 

 
Ditulis oleh PROMKES   
Selasa, 22 Juli 2008 00:15

Dalam waktu dekat ini Banyuwangi akan dicanangkan Program GEMMASS (Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat). Gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Berikut ini kami uraikan apakah yang dimaksud GEMMASS itu, apa yang melatar belakanginya, dan tujuannya;

Baca selengkapnya...
 


APAKAH ANDA MASIH MEROKOK.... ??

Meski semua orang tahu bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun, seorang perokok tetap tenang mengembuskan asap rokoknya, dan biasanya orang-orang yang ada di sekelilingnya seringkali tidak peduli. Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu...

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN)  DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH  Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2088 menurun dibanding tahun 2007 sebanyak 226 kasus atau 28,68%. Hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tiga kegiatan yaitu : menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi dan menimbun kaleng bekas, botol yang tidak terpakai. ...

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS)

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS) Adalah suatu Kegiatan terpadu oleh Individu, Keluarga dan Masyarakat dengan dukungan semua sektor terkait dan tokoh masyarakat sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari...
More: