Kemeriahan Lomba Balita TOKCer Tahun 2019

 

Kemeriahan dan antusiasme mengikuti Lomba Balita Tokcer 2019 nampak dari raut wajah para Ibu dan Balita yang hadir pada kegiatan Lomba Balita Tokcer 2019 yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Banyuwangi, (Selasa, 30/07/19). Anak – anak senang dengan desain ruangan yang dihias sedemikian rupa, bayak hiasan membuat anak nyaman dan senang bermain. Ibu – ibu senang ketika melihat anaknya aktif dan berani bermain bersama anak – anak lain.

Sebanyak 135 Balita mengikuti lomba tersebut.
Tiap Puskesmas mengirimkan 3 Bayi & Balita masing masing satu per kelompok umur hasil seleksi ditingkat Puskesmas atau Kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, M.MKES mengatakan kegiatan ini merupakan hari anak – anak untuk bermain dan bersosialisasi bersama – sama.

“biarkan anak – anak mengekspresikan kreatifitasnya, bermain sepuasnya, suara ramai anak – anak, meletuskan balon – balon biarkan saja, ini harinya mereka, biarkan mereka bersenang – senang, berinteraksi dengan lain” pungkasnya.

Ada 3 Kategori Usia yang dilombakan yaitu usia 6 – 18 Bulan 15 Hari, 18 Bulan 15 Hari – 36 Bulan 15 Hari, dan usia 36 Bulan 15 Hari – 72 Bulan 15 Hari. Penilaian lomba seperti menilai kesehatan Ibu dan anak, lingkungan sehat dan perkembangan anak. Tim Juri Lomba Balita dr. Liastutik menyampaikan kriteria penilaian diambil dari seluruh aspek yang mengkategorikan anak Tokcer (Tumbuh optimal berkualitas dan cerdas).

” Penilaian Lomba Balita dari tahun ke tahun berbeda, ada beberapa aspek penilaian yang dirubah sesuai ketentuan program Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Banyuwangi. Anak – anak dinilai dari segala aspek. Bukan hanya pintar dalam satu hal, misal usia 4 tahun anak pakai sandal masih kebalik, ketika dirumah anak berani bicara, bermain tapi disini gak berani, tinggi badan anak, berat badan harus sesuai usia, ketangkasan dalam berinterkasi. Kesehatan ibu, seperti alat kontrasepsi yang digunakan, Kenapa masuk dalam penilaian? karena ini penting dengan mengetahui alat kontrasepsi yang dipakai ibu, akan ketahuan ibu mengurus anak bagaimana ! karena ini berpengaruh pada tumbuh kembang si anak. Satu penilaian lagi pada tahun ini yaitu ditambah dengan penilaian anak kategori stunting atau tidak. makanya gak mesti, anak saya pinter tapi kok gak menang. karena penilaian secara keseluruhan, lingkungan juga dinilai.” Ungkapnya.

Mendengar penjelasan Juri, para ibu mendapatkan ilmu baru bahwa merawat anak agar tumbuh optimal berkualitas dan cerdas perlu banyak hal yang harus dilakukan dan diketahui. seperti Kesehatan anak, kesehatan orang tua, lingkungan dll merupakan hal – hal yang menunjang anak tumbuh optimal dan cerdas.
Kegiatan lomba Balita TOKCer ini guna evaluasi pelaksanaan program Inovasi HarGa PAS (Harapan Keluarga Peduli Anak Sejak dini) dan Anak TOKCer yg di integrasikan pelaksanaannya di Posyandu dan Taman Posyandu serta didukung oleh TP PKK, Kelompok Pendukung ASI “sahabat”, Kader Motivator ASI dan Kader Motivator Gizi di Kabupaten Banyuwangi
Semangat untuk mencegah Stunting agar generasi penerus di era milenial tumbuh optimal berkualitas dan cerdas.

Kegiatan lomba Balita TOKCer ini dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Ulang Tahun RI ke 74.

205 Views

Post Author: kesga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *