Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Penyiapan PMT untuk Pencegahan Stunting

 

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar bagi ibu, bayi, dan anak balita.  Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu tidak lepas dari peran kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Salah satu tugas kader adalah menyiapkan bahan penyuluhan dan pemberian makanan tambahan (PMT). Kader sebagai bagian dari tim penggerak Posyandu mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyampaikan informasi yang tepat kepada para ibu tentang PMT. PMT merupakan salah satu strategi dalam mengatasi masalah gizi. PMT yang tepat dapat mempengaruhi status gizi pada balita.

Oleh karena itu, seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Banyuwangi mengadakan kegiatan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Penyiapan PMT untuk Pencegahan Stunting. Pada kegiatan ini, Dinas Kesehatan Banyuwangi memberikan kesempatan kepada 3 orang Tim Lomba Posyandu yang menang Juara 1 Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jatim pada tahun 2018, yakni ibu Rina Surya (petugas gizi Pkm Kembiritan), ibu Nunuk Sulistyowati (TP PKK Pokja 4 Kec.Genteng), ibu Siti Nur Hamidah (Kader Posyandu Dahlia 2) untuk membagikan pengalaman terkait peran “si centing” (gizi dalam pencegahan stunting), PMT untuk pencegahan stunting dan  sumber pendanaan untuk perencanaan pembuatan PMT balita di posyandu.

dr. Juwana selaku Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Banyuwangi menyatakan bahwa posyandu merupakan tempat yang strategis menyambung dari keinginan pemerintah pusat dan keinginan keluarga agar anaknya dapat tumbuh berkualitas .  PMT itu penting untuk mencegah stunting (tidak TOKCer), sehingga PMT Penyuluhan yang ada di Posyandu harus direncanakan dengan tepat nilai gizinya sehingga dapat sesuai harapan untuk mencegah stunting. Untuk itu perlu upaya bersama   dari petugas gizi puskesmas, kader motivator gizi serta TP PKK Pokja 4 untuk mewujudkan hal tersebut.

Kegiatan pertemuan ini dihadiri oleh 115 orang yang terdiri dari 45 orang petugas gizi puskesmas, 45 orang kader motivator gizi, dan 25 orang Ketua  Pokja 4 TP PKK Kecamatan.

Kerjasama antara petugas gizi puskesmas, kader motivator gizi, dan TP PKK Pokja 4 cukup penting untuk mensukseskan kegiatan pemberian makanan tambahan balita, sehingga PMT yang diberikan kepada anak balita tepat sesuai porsi dan usia anak balita.

 

 

349 Views

Post Author: kesga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *