PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN BAGI PEMILIK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

Keamanan pangan merupakan salah satu isu yang berkembang di masyarakat, baik karena masih adanya kasus – kasus keracunan pangan atau semakin meningkatnya kesadaran dan tuntutan konsumen / masyarakat terhadap makanan yang aman dan bermutu. Keamanan pangan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. ( UU No. 18 Tahun 2012 ) Keamanan pangan juga dimaksudkan untuk mencegah cemaran baik fisik, biologis maupun kimia yang masuk dalam pangan dan dapat membahayakan kesehatan manusia.

Mengingat betapa pentingnya keamanan pangan, Dinas Kesehatan kabupaten Banyuwangi mengundang para pemilik Industri Rumah Tangga Pangan untuk mengikuti Kegiatan Penyuluhan Keamanan  Pangan ( PKP ) selama dua hari yaitu pada hari kamis dan Jum’at 8 dan 9 Agustus 2019 bertempat di Aula Dr. Rasad Oesman di hari pertama dan di Aula dr. Kusen Adiyono Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi di hari kedua. Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan ini adalah kegiataan rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dengan menggandeng Narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan dalam hal ini Loka POM Jember untuk memberi pembekalan kepada Pengelola / Pemilik Industri Rumah Tangga Pangan agar mampu memproduksi pangan yang sehat, aman, bermutu dan higienis Adapun sasarannya adalah para pemilik atau pengelola Industri Rumah Tangga Pangan sebanyak 50 orang. Ini merupakan kegiatan yang ketiga selama Tahun 2019 yang mana sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan Maret dan Mei.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Juwana mengatakan bahwa Banyuwangi semakin dikenal luas baik secara nasional maupun internasional hal ini terbukti dengan banyaknya kunjungan wisata ke Banyuwangi dalam satu tahun mencapai tiga kali penduduk Banyuwangi, oleh sebab itu peluang ini harus ditangkap dengan baik dan tentunya harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan VISI Kabupaten Banyuwangi Yakni Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia melalui peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Dengan adanya kegiatan Penyuluhan keamanan Pangan ini semoga mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang mengolah pangan sehingga tidak ada cemaran baik fisik, biologi maupun kimia yang ikut masuk dalam pangan baik itu melalui tempat pengolahan, peralatan yang digunakan, perilaku pengolahnya sendiri atau dari bahan makanannya sehingga aman bagi konsumen. Sebagai contoh masih ditemukannya produk pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin B yang digunakan untuk pewarna merah pada makanan ( sirup, kerupuk, saos, terasi ), padahal guna rhodamin B yang sebenarnya adalah untuk pewarna tekstil sehingga penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati dan kanker. Selain Rhodamin B juga masih ditemukan Boraks yang digunakanuntuk pengawet dqan pengenyal  pada kerupuk, tahu dan bakso. Fungsi dari boraks sendiri adalah untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, anti jamur kayu, pembasmi kecoa, antiseptik, obat untuk kulit dalam bentuk salep, dan campuran pembersih. Boraks masuk dalam kategori bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung. Bahan berbahaya ini mempunyai sifat racun, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi. dr. Juwana juga berpesan agar betul – betul memperhatikan ketika mencuci produk – produk hasil pertanian supaya tidak ada residu pestisida pada produk hasil pertanian yang  masih menempel pada bahan pangan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan, apabila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker, cacat kelahiran dan mengganggu sistim syaraf.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga  Bpk. Winanto menyampaikan bahwa kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan merupakan salah satu persyaratan yang harus diikuti oleh setiap pemilik Industri Rumah Tangga Pangan yang akan mengajukan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga ( SPP – IRT ).  Sehingga pemilik IRTP menjadi tahu dan paham bagaimana alur untuk mendapatkan SPP-IRT dan tidak sampai melalui pihak ketiga ( Calo ).  Dengan produk pangan yang sudah ada no PIRT nya. Produsen pangan diuntungkan karena produknya lebih dipercaya oleh konsumen dan dapat menjual produknya lebih luas serta bisa diterima di toko modern di seluruh Indonesia.

Narasumber dari Loka POM Jember Bpk. Eko A. Budi Darmawan, S.F. Apt.  menyampaikan agar materi yang disampaikan bisa menjadi acuan atau standart dalam memproduksi pangan yang aman dan bermutu sehingga produsen aman, konsumen juga aman. Adapaun materi yang disampaikan di hari pertama adalah Peraturan Perundang-Undangan terkait dengan Pangan, Cara Memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, Mutu dan Keamanan Pangan, Bahan Tambahan Pangan dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik.

Di sesi akhir hari pertama ini peserta begitu antusias mengikuti kegiatan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang bertanya kepada narasumber  terutama tentang Bahan Tambahan Pangan apa saja yang diperbolehkan dalam produknya dan batas maksimalnya sampai berapa, karena sebelumnya para peserta rata – rata menggunakan bahan tambahan pangan mengikuti resep yang telah dibuat oleh nenek moyangnya tanpa mengetahui rujukan aturan penggunaannya.

Di Hari kedua narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Bpk. Sabar Dianto, S.Sos. menyampaikan tentang program – program yang ada di Dinas Perindustrian dan perdagangan yang bisa membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah  diantaranya adalah pengurusan sertifikasi halal, merk dan pengujian produk makanan – minuman.

Dengan adanya program – program yang ada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini. Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah supaya memanfaatkan peluang ini sebaik – baiknya. Misalnya dengan mempunyai merk dan telah terdaftar maka produknya akan semakin dikenal luas, sebaliknya kalau merknya belum terdaftar maka suatu saat produk tersebut bisa saja diklaim oleh yang sudah terdaftar merknya.

Semoga dengan mengikuti kegiatan penyuluhan keamanan pangan ini, diharapkan bisa memberikan pemahaman dan kesadaran kepada produsen pangan untuk memproduksi pangan aman dan bermutu sehingga bisa meminimalisir terjadinya keracunan pangan. dan dengan mengikuti program – program yang ada semoga UMKM di Banyuwangi semakin berkembang sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan.

 

 

 

700 Views

Post Author: kesling kesjaor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *