GEMMASS

  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi

Login



Pengunjung

Ada 5 tamu online
Sarana Kesehatan
C.1 SARANA KESEHATAN

1. Puskesmas

Pada tahun 2007 jumlah Puskesmas di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 45 buah. Dari jumlah tersebut 15 Puskesmas telah menjadi Puskesmas Perawatan (33.33%). Secara konseptual Puskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk rata-rata 30.000 penduduk. Dengan jumlah Puskesmas tersebut berarti satu Puskesmas di Kabupaten Banyuwangi rata-rata melayani sebanyak 35.029 jiwa.
Jumlah Puskesmas Pembantu pada tahun 2006 dan 2007 mengalami perubahan yakni dari sebelumnya (tahun 2006) berjumlah 106 buah, sampai pada akhir tahun 2007 menjadi 105 puskesmas pembantu. Rasio Puskesmas Pembantu terhadap Puskesmas tahun 2007 rata-rata 2,33 : 1 artinya setiap Puskesmas didukung oleh 2 sampai 3 Puskesmas Pembantu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu dalam menjalankan tugas opersionalnya Puskesmas didukung oleh Puskesmas Keliling Roda 4 sebanyak 55 unit, posyandu sebanyak 2063 buah serta Polindes 164 buah.

3.Rumah Sakit

Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana Rumah Sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah Rumah Sakit dan tempat tidurnya serta rasio terhadap jumlah penduduk.
Jumlah seluruh Rumah Sakit di Kabupaten Banyuwangi tahun 2007 sebanyak 12 buah dengan rincian Rumah Sakit Umum Pemerintah 2 buah, Rumah Sakit Umum Swasta 4 buah, Rumah Sakit Khusus 5 buah, Rumah sakit jiwa 1 (Tabel 43). Adapun rasio Rumah Sakit terhadap penduduk 1 : 131.361 artinya 1 Rumah Sakit melayani penduduk 131.361 jiwa.
Penilaian tingkat keberhasilan pelayanan rumah sakit biasanya dilihat dari berbagai segi, yaitu tingkat pemanfaatan sarana, mutu dan tingkat efisiensi pelayanan. Beberapa indikator standar terkait dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipantau antara lain pemanfaatan tempat tidur (BOR), rata-rata lama hari perawatan (LOS), rata-rata tempat tidur dipakai (BTO), rata-rata selang waktu pemakaian tempat tidur (TOI), persentase pasien keluar yang meninggal (GDR) dan persentase pasien keluar yang meninggal < 24 jam perawatan (NDR).
Berdasarkan Tabel 63 menunjukkan bahwa selama tahun 2007 pencapaian BOR (pemanfaatan tempat tidur) adalah sebesar 48,18, rata-rata lama hari perawatan (LOS) sebesar 3,26, rata-rata selang waktu pemakaian tempat tidur (TOI) sebesar 3,50, persentase pasien keluar yang meninggal (GDR) sebesar 44,56 per 1000 pasien keluar, serta persentase pasien keluar yang meninggal < 24 jam perawatan (NDR) sebesar 17,83 per 1000 pasien keluar.

4. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)

Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bebagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah posyandu dan polindes.
Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal oleh masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya, posyandu dikelompokkkan menjadi 4 strata, yaitu posyandu Pratama, posyandu Madya, posyandu Purnama, dan posyandu Mandiri.
Jumlah posyandu di Kabupaten Banyuwangi menurut hasil kompilasi dari Profil Kesehatan tahun 2007, bahwa jumlah seluruh posyandu yang ada 2.063 buah, dengan rincian Posyandu Pratama 1.121 buah (54,34%), Posyandu Madya 531 buah (25,74%), Posyandu Purnama 385 buah (18,66%), dan Posyandu Mandiri 26 buah (1,26%).
Polindes merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam rangka mendekatkan pelayanan kebidanan melalui penyediaan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana. Jumlah polindes untuk tahun 2007 sebanyak 164 buah.

 

APAKAH ANDA MASIH MEROKOK.... ??

Meski semua orang tahu bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun, seorang perokok tetap tenang mengembuskan asap rokoknya, dan biasanya orang-orang yang ada di sekelilingnya seringkali tidak peduli. Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu...

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN)  DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH  Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2088 menurun dibanding tahun 2007 sebanyak 226 kasus atau 28,68%. Hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tiga kegiatan yaitu : menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi dan menimbun kaleng bekas, botol yang tidak terpakai. ...

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS)

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS) Adalah suatu Kegiatan terpadu oleh Individu, Keluarga dan Masyarakat dengan dukungan semua sektor terkait dan tokoh masyarakat sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari...
More: