GEMMASS

  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi

Login



Pengunjung

Ada 8 tamu online
Keadaan Lingkungan
B.4. KEADAAN LINGKUNGAN

1. Rumah Sehat

Rumah Sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. Rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan berisiko menjadi sumber penularan berbagai jenis penyakit (Depkes RI, 2007)
Pada Tabel 47 menunjukkan bahwa di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2007 terdapat 419.875 rumah yang ada. Adapun jumlah rumah yang diperiksa sebanyak 346.406 (82,50%) dan yang termasuk kategori rumah sehat baru mencapai 212.687 rumah atau 61,40% dari rumah yang diperiksa.

2. Akses Sarana Air Bersih

Berdasarkan Statistik Kesejahteraan Rakyat tahun 2005, sumber air minum yang digunakan rumah tangga dikategorikan menjadi 2 kelompok besar, yaitu sumber air minum terlindung dan tidak terlindung. Sumber air minum terlindung terdiri dari air kemasan, ledeng, pompa, mata air terlindung, sumur terlindung, dan air hujan. Sedangkan sumber air minum tak terlindung terdiri dari sumur tak terlindung, mata air tak terlindung, air sungai, dan lainnya.
Dari Tabel 28 dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2007, berdasarkan data yang dikumpulkan dari puskesmas se – Kab. Banyuwangi, dari sebanyak 479.303 keluarga yang ada, sekitar 52,97% (253.898 keluarga) yang diperiksa akses air bersihnya. Dari jumlah keluarga diperiksa tersebut, sebesar 23.414 keluarga (9,189%) menggunakan air ledeng, 21.881 keluarga (8,59%) menggunakan sumur pompa tangan, 14.696 keluarga (5,77%) menggunakan sumur gali, 194.181 (76,21%) menggunakan PAH. Sedangkan keluarga yang mengakses air kemasan dan SAB yang lain, jumlahnya sangat kecil.

3. Sarana Sanitasi Dasar

Kepemilikan sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga (Tabel 49) meliputi kepemilikan jamban, tempat sampah, dan pengelolaan air limbah. Dari 433.028 KK yang ada, tidak semuanya bisa diperiksa karena keterbatasan sumber daya yang ada. Selain Itu jumlah KK yang diperiksa berbeda untuk setiap jenis pemeriksaan persediaan air bersih, kepemilikan jamban, tempat sampah, atau PAL. Selayaknya pemeriksaan dilakukan satu kali untuk semua jenis sarana sanitasi dasar.
Berdasarkan hasil kompilasi data di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2007 terdapat 479.303 KK. Dari jumlah KK tersebut 49,6% (203.381 KK dari 410.071 KK diperiksa) memiliki jamban, dan sebanyak 71,09% (144.579 KK dari 203.381 KK yang memiliki jamban), mempunyai jamban sehat. Untuk kepemilikan tempat sampah sebanyak 42,25% (172.832 KK dari 409.071 KK diperiksa), memiliki tempat pembungan sampah, dan sebanyak 78,60% (135.852 dari 172.832 KK) yang memiliki tempat sampah sehat. Sedangkan untuk pengelolaan air limbah, sebanyak 62,07% (253.898 KK dari 409.071 KK yang diperiksa) memiliki pengelolaan air limbah, dan 70,10% diantaranya memiliki pengelolaan air limbah yang sehat.

4. Tempat-tempat Umum dan tempat Pengelolaan Makanan

Tempat-Tempat Umum dan Tempat Pengelolaan Makanan merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit. TUPM meliputi hotel, restoran, pasar dan lain-lain. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat umum dan pengelolaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang cukup, luas lantai (luas ruangan) yang cukup memadai.
Di Kabupaten Banyuwangi cakupan TUPM sehat tercapai 75.87% (434 TUPM) dari jumlah TUPM yang diperiksa (572 TUPM). Sedangkan semua TUPM yang ada di kabupaten Banyuwangi pada tahun 2007 adalah sebanyak 729 buah. Pada Tabel 50 terlihat rincian masing-masing TUPM sebagai berikut:

  1. Jumlah hotel yang ada sebanyak 52, yang masuk kategori hotel sehat 39 (75%) dari jumlah hotel yang diperiksa sebanyak 52.
  2. Jumlah restoran/rumah makan dari 145 yang ada, diperiksa secara rutin sebanyak 98 restoran/rumah makan, dan yang termasuk kategori sehat baru mencapai 82 (83,67%).
  3. Jumlah pasar yang ada di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 39 buah. Sebanyak 44,74% atau 17 pasar termasuk kategori pasar sehat berdasarkan hasil pemeriksaan rutin petugas terhadap 38 pasar tersebut.

Sedangkan untuk TUPM lain, dari sejumlah 493 TUPM yang ada, yang diperiksa sebanyak 384 TUPM. Dari TUPM yang diperiksa tersebut, baru sebanyak 296 TUPM (77,08%) yang termasuk kategori TUPM sehat.

5. Pembinaan Kesehatan Lingkungan

Untuk memperkecil resiko terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan sebagai akibat dari lingkungan yang kurang sehat, dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan, antara lain dengan pembinaan kesehatan lingkungan pada institusi yang dilakukan secara berkala. Upaya yang dilakukan mencakup pemantauan dan pemberian rekomendasi terhadap aspek penyediaan fasilitas sanitasi dasar.
Pembinaan Kesehatan Lingkungan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi tahun 2007, menunjukkan bahwa dari 2.951 institusi yang dilaporkan, yang dibina kesehatan lingkungannya sebanyak 1.887 (63,94%).
Dari jumlah insitusi tersebut di atas terdistribusi pada sarana kesehatan 152 yang dibina 126 (82,89%), sarana pendidikan 1275 yang dibina 931 (73,02%), sarana ibadah sebanyak 1.169 yang dibina 623 (53,29%), dan institusi perkantoran 233 yang dibina 137 (58,80%), dan sarana lain sebanyak 122, yang dibina 70 (57,38%). (Lihat Tabel 51).

6. Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes

Surveilans vector dilakukan melalui kegiatan pemantauan jentik oleh petugas kesehatan maupun juru/kader pemantau jentik (jumantik/kamantik). Pengembangan system surveilans vektor secara berkala perlu terus dilakukan terutama dalam kaitannya dengan perubahan iklim dan pola penyebaran kasus.
Cakupan rumah/bangunan yang diperiksa dan bebas jentik nyamuk Aedes di kabupaten Banyuwangi pada tahun 2007, tercatat bahwa dari dari 419.875 rumah/bangunan yang ada, sebanyak 19.905 (4,74%) yang diperiksa. Dari jumlah yang diperiksa tersebut, sebanyak 99,34% (19.733 rumah/bangunan) bebas jentik nyamuk Aedes.

 

APAKAH ANDA MASIH MEROKOK.... ??

Meski semua orang tahu bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun, seorang perokok tetap tenang mengembuskan asap rokoknya, dan biasanya orang-orang yang ada di sekelilingnya seringkali tidak peduli. Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu...

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN)  DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH  Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2088 menurun dibanding tahun 2007 sebanyak 226 kasus atau 28,68%. Hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tiga kegiatan yaitu : menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi dan menimbun kaleng bekas, botol yang tidak terpakai. ...

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS)

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS) Adalah suatu Kegiatan terpadu oleh Individu, Keluarga dan Masyarakat dengan dukungan semua sektor terkait dan tokoh masyarakat sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari...
More: