GEMMASS

  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi

Login



Pengunjung

Ada 3 tamu online
EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH
Senin, 02 Maret 2009 04:06

 

Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2088 menurun dibanding tahun 2007 sebanyak 226 kasus atau 28,68%. Hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tiga kegiatan yaitu : menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi dan menimbun kaleng bekas, botol yang tidak terpakai.

Selain 3 M di atas , ada lagi tindakan yang biasa dilakukan yaitu fogging atau pengasapan. Namun seringkali setelah dilakukan fogging  tetap saja kasus demam berdarah masih tetap ada di daerah yang telah di fogging  tersebut. Sehingga muncullah pertanyaan ”Apakah foging ini effektif  menanggulangi Demam Berdarah?”.

Seperti diketahui demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aides aegypti  atau yang lebih sering disebut sebagai nyamuk loreng. Nyamuk tersebut berkembang biak di genangan-genangan air yang bersih dengan siklus metamorfosis telur menjadi nyamuk dewasa membutuhkan waktu  9-10 hari. Diantara telur nyamuk yang menetas, hanya nyamuk betina saja yang dapat menjadi perantara pembawa  virus Dengue . Sedangkan umur nyamuk betina tersebut 2-3 bulan.

Ketika dilakukan fogging, nyamuk dewasa akan mati bila terkena asap fogging  tersebut tetapi telur, larva atau jentik yang ada di dalam air tidak mati. Sehingga kalau suatu ketika dilakukan fogging  maka nyamuk bisa jadi akan mati semua ( dengan syarat fogging  dilakukan dengan benar) tetapi selang 1 – 10 hari kemudian akan muncul nyamuk Aides aegyti yang baru dari hasil menetasnya telur-telur  tadi.

Dari penjelasan di atas mestinya sudah bisa diambil kesimpulan bahwa penanggulangan demam berdarah dengan cara fogging  memang tidak effektif apabila tidak diikuti dengan Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau dengan ABATISASI. Selain tidak begitu effektif penanggulangan dengan cara ini juga membutuhkan biaya yang mahal. Oleh karenanya fogging  tidak perlu dilakukan kalau memang tidak sangat mendesak.

Berdasarkan alasan inilah Dinas Kesehatan memberlakukan persyaratan khusus untuk wilayah yang akan dilakukan fogging.  Persyaratan tersebut antara lain; sebelum dilakukan fogging masyarakat sekitar harus dilakukan penyuluhan dan Penyelidikan Epidemologi (PE). Penyelidikan epidemilogi adalah kegiatan pencarian penderita DBD atau tersangka DBD lainya dan pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD di tempat tinggal penderita dan rumah/ bangunan sekitarnya. Termasuk tempat-tempat umum di dalam radius sekurang-kurangnya 100 meter. Tindaklanjut hasil PE tersebut bila ditemukan penderita DBD lainya ( 1 atau lebih) atau ditemukan 3 atau lebih tersangka DBD dan ditemukan jentik (>5%)  dari rumah/ bangunan yang diperiksa, maka dilakukan penggerakan masyarakat dalam PSN DBD, Larvasidasi, Penyuluhan dan pengasapan (Fogging) dengan insektisida di rumah penderita DBD dan rumah/ bangunan sekitar dengan radius 200 meter, 2 siklus dengan interval 1 minggu. Apabila tidak ditemukan jentik maka yang dilakukan hanya PSN DBD, Larvasidasi dan penyuluhan.

Pemahaman ini harus tertanam di masyarakat, sehingga tidak salah langkah dalam melakukan tindakan menanggulangi penyakit yang sudah banyak memakan korban ini. Satu hal yang perlu ditekankan berulang kali adalah mencegah lebih baik dari pada mengobati, cara mencegah yang benar adalah gaya hidup bersih dan sehat dengan PSN teratur di rumah masing-masing. Cara inilah yang paling effektif menanggulangi DBD bukan dengan melakukan Fogging.

( Ditulis oleh Sugeng Waluyo, S.Kep. Ners., staf P2P Dinkes dan KB)

 

APAKAH ANDA MASIH MEROKOK.... ??

Meski semua orang tahu bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun, seorang perokok tetap tenang mengembuskan asap rokoknya, dan biasanya orang-orang yang ada di sekelilingnya seringkali tidak peduli. Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu...

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN)  DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH  Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2088 menurun dibanding tahun 2007 sebanyak 226 kasus atau 28,68%. Hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tiga kegiatan yaitu : menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi dan menimbun kaleng bekas, botol yang tidak terpakai. ...

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS)

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS) Adalah suatu Kegiatan terpadu oleh Individu, Keluarga dan Masyarakat dengan dukungan semua sektor terkait dan tokoh masyarakat sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari...
More: