GEMMASS

  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi
  • dinas kesehatan banyuwangi

Login



Pengunjung

Ada 4 tamu online
Selasa, 15 September 2009 00:28

Kerugian yang ditimbulkan rokok sangat banyak bagi kesehatan. Tapi sayangnya masih saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat aditif dan tar yang bersifat karsinogenik. Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan serotonin, yang dapat menimbulkan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. Hal inilah yang menyebabkan seorang perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ada ketergantungan pada nikotin. Ketika berhenti merokok, rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.

Dalam pola pikir pembangunan ”Indonesia Sehat”, upaya yang dilaksanakan lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, yang berarti bahwa pembangunan kesehatan lebih menekankan pada upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Melalui pembangunan bidang kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, untuk itu diperlukan peran serta masyarakat dalam hal kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat agar senantiasa membiasakan hidup sehat melalui perilaku hidup bersih dan sehat baik di tatanan rumah tangga, tatanan institusi/tempat kerja maupun di sekolah. Salah satu perilaku sehat tersebut adalah tidak merokok.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi melalui program promosi kesehatan sebagaimana kebijakan nasional promosi kesehatan, berupaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melaui pembelajaran diri oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Upaya tersebut antara lain pada Bulan September-Nopember 2009 dilakukan penyuluhan tentang bahaya merokok di 90 pondok pesantren pada 9 kecamatan dengan sasaran sejumlah 2700 santri, penyuluhan di 20 SD/MI di 9 kecamatan dengan sasaran 1000 murid, 20 SMP/MTS di 9 kecamatan, penyuluhan pada tokoh masyarakat di 24 kecamatan dengan sasaran 240 orang, sosialisasi pada lintas sektor tetnag penerapan kawasan tanpa rokok dengan sasaran sejumlah 150 orang serta pemantapan kemampuan petugas kesehatan terhadap deteksi dini penyakit akibat rokok dengan sasaran 50 orang.  Upaya lain yang dilakukan adalah dengan menyediakan sarana pojok merokok dibeberapa tempat / instansi yang akan melokalisir para perokok sehingga asap rokok tidak menganggu orang lain serta diharapkan dapat memunculkan budaya malu untuk merokok di sembarang tempat, juga dengan menyediakan sarana promosi kesehatan berupa baliho, banner dan poster tentang bahaya merokok yang dapat dijadikan sarana sosialisasi pada masyarakat.

Dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menyadari bahaya merokok sehingga mau menghentikan kebiasan merokok, atau paling tidak kebiasaan merokok yang dilakukan oleh para perokok tidak lagi menjadi hal yang mengganggu dan membahayakan lingkungan sekitarnya karena tidak lagi dilakukan di sembarang tempat / tempat umum.

 

APAKAH ANDA MASIH MEROKOK.... ??

Meski semua orang tahu bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun, seorang perokok tetap tenang mengembuskan asap rokoknya, dan biasanya orang-orang yang ada di sekelilingnya seringkali tidak peduli. Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu...

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH

EFFEKTIFITAS FOGGING (PENGASAPAN)  DALAM UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH  Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2088 menurun dibanding tahun 2007 sebanyak 226 kasus atau 28,68%. Hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui tiga kegiatan yaitu : menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi dan menimbun kaleng bekas, botol yang tidak terpakai. ...

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS)

Gerakan Masyarakat Mandiri Sadar Sehat ( GEMMASS) Adalah suatu Kegiatan terpadu oleh Individu, Keluarga dan Masyarakat dengan dukungan semua sektor terkait dan tokoh masyarakat sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari...
More: