{"id":210,"date":"2017-11-16T12:18:23","date_gmt":"2017-11-16T05:18:23","guid":{"rendered":"http:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/?p=210"},"modified":"2019-01-30T07:38:28","modified_gmt":"2019-01-30T00:38:28","slug":"bupati-banyuwangi-kunjungi-warga-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/bupati-banyuwangi-kunjungi-warga-sakit\/","title":{"rendered":"BUPATI BANYUWANGI KUNJUNGI WARGA SAKIT"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-211 alignleft\" src=\"http:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/hidro1-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/hidro1-300x200.jpg 300w, https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/hidro1-50x33.jpg 50w, https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/hidro1-110x73.jpg 110w, https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/hidro1-272x182.jpg 272w, https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/hidro1.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>BANYUWANGI \u2013 Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjenguk sejumlah warganya yang sakit. Sejak Minggu siang (5\/3) hingga sore, Anas berkeliling ke rumah warga yang sakit.<\/p>\n<p>\u201dIni sekaligus saya mengecek penanganan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, memastikan langsung bahwa setiap laporan ke SMS Center dan media sosial tertangani baik,\u201d ungkap Anas.<\/p>\n<p>Anas mengatakan, selama ini Puskesmas-Puskesmas sudah menjalankan program jemput bola ke rumah warga yang sakit, terutama warga miskin dan lansia. \u201dJadi dokter dan perawatnya yang datang ke warga, bukan sebaliknya,\u201d ujar Anas.<\/p>\n<p>Program ini akan terus diintensifkan serta menjadi indikator tentang kinerja aparat bidang kesehatan. Evaluasi kinerja kepala puskesmas, kepala rumah sakit, dan kepala dinas kesehatan di antaranya akan ditentukan dari respons terhadap penanganan warga miskin yang sakit.<\/p>\n<p>Anas mengatakan, model layanan jemput bola adalah bagian dari solusi layanan kesehatan bagi warga. Dia mencontohkan, warga lanjut usia (lansia) cukup kesulitan untuk berangkat ke Puskesmas, apalagi lansia yang tinggal sebatang kara. Meski berobat dengan BPJS atau jaminan kesehatan daerah tidak berbayar, warga miskin dan lansia terkadang kesulitan karena mengeluarkan biaya transportasi. \u201dKarena itulah, petugas yang harus jemput bola,\u201d tegas Anas.<\/p>\n<p>Kunjungan pertama Anas adalah ke rumah Ibu Nuraini Ekayanti di Desa Genteng Wetan yang mengalami kanker indung perut. Nuraeni telah dirujuk ke RSUD Genteng dan segera dikemoterapi di rumah sakit milik Pemprov Jatim, RSUD dr Soetomo di Surabaya.<\/p>\n<p>\u201dTinggal menunggu pemeriksaan besok (6\/3) untuk memastikan kesehatannya, setelah itu dirujuk ke Surabaya. Dan semua pengobatannya telah ditanggung oleh Pemkab Banyuwangi melalui mekanisme yang ada,\u201d imbuh Kepala Dinas Kesehatan Widji Lestariono.<\/p>\n<p>Selanjutnya Anas menjenguk Beny Susanto, bocah 9 tahun di Desa Kaligondo yang menderita hidrosefalus. Setelah mendapat perawatan dan dioperasi, kondisi Benni makin membaik dan telah aktif bersekolah setelah sebelumnya terhambat. Satu bulan yang lalu dia telah dioperasi di RSUD Blambangan. Penyakit hidrosefalus yang menyerang organ otak sebelumnya harus dirujuk ke Surabaya, namun kini sudah bisa ditangani di RSUD Blambangan Banyuwangi seiring dengan berbagai tambahan fasilitas di rumah sakit daerah bertipe B itu.<\/p>\n<p>\u201dAlhamdulillah, sekarang sudah tidak keluar cairan lagi dari matanya dan tak lagi mengeluh sakit kepala,\u201d ungkap Jamilah, ibunda Beny.<\/p>\n<p>Anas mengatakan, strategi jemput bola efektif untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan warga. \u201cYang menarik adalah kemudian muncul semangat gotong-royong. Semuanya terpanggil, mulai kepala desa, pengurus RT\/RW, PKK, komunitas, sampai pengusaha. Ini modal sosial yang bila dirawat dengan baik bisa menyelesaikan masalah. Tentu pemerintah berterima kasih, karena tanpa elemen lain, pemerintah tidak bisa berbuat optimal,\u201d papar Anas.<\/p>\n<p>Anas juga mengunjungi RM, warga perempuan berusia 14 tahun yang menderita tuna rungu dan kini sedang hamil karena mengalami kasus asusila. Permasalahan ini ditemukan setelah warga melapor ke call center Banyuwangi Children Center (BCC). Tim BCC yang juga melibatkan aparat hukum segera bergerak.<\/p>\n<p>\u201dSaya ingin menekankan, adik kita yang mengalami kekerasan seksual hingga hamil ini jangan dihakimi secara sosial. Jangan di-bully. Ini sekarang dalam pemantauan Puskesmas, gizinya juga dipantau karena dalam kondisi hamil. Mentalnya dibangun lagi,\u201d ujar Anas.<\/p>\n<p>Bupati Anas juga mengunjungi kediaman Ibu Mesiyem di Desa Tegalrejo. Selain memberikan bantuan sosial, Bupati Anas juga memastikan untuk memberikan bantuan bedah rumah. \u201dKita ingin memastikan alokasi dana desa yang disalurkan ke desa dari APBD Banyuwangi telah bisa meng-cover permasalahan seperti halnya Bu Masiyem ini,\u201d papar Anas. (Humas)<\/p>\n<p>BUPATI BANYUWANGI ROADSHOW KUNJUNGI WARGA SAKIT<\/p>\n<p>BANYUWANGI \u2013 Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjenguk sejumlah warganya yang sakit. Sejak Minggu siang (5\/3) hingga sore, Anas berkeliling ke rumah warga yang sakit.<\/p>\n<p>\u201dIni sekaligus saya mengecek penanganan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, memastikan langsung bahwa setiap laporan ke SMS Center dan media sosial tertangani baik,\u201d ungkap Anas.<\/p>\n<p>Anas mengatakan, selama ini Puskesmas-Puskesmas sudah menjalankan program jemput bola ke rumah warga yang sakit, terutama warga miskin dan lansia. \u201dJadi dokter dan perawatnya yang datang ke warga, bukan sebaliknya,\u201d ujar Anas.<\/p>\n<p>Program ini akan terus diintensifkan serta menjadi indikator tentang kinerja aparat bidang kesehatan. Evaluasi kinerja kepala puskesmas, kepala rumah sakit, dan kepala dinas kesehatan di antaranya akan ditentukan dari respons terhadap penanganan warga miskin yang sakit.<\/p>\n<p>Anas mengatakan, model layanan jemput bola adalah bagian dari solusi layanan kesehatan bagi warga. Dia mencontohkan, warga lanjut usia (lansia) cukup kesulitan untuk berangkat ke Puskesmas, apalagi lansia yang tinggal sebatang kara. Meski berobat dengan BPJS atau jaminan kesehatan daerah tidak berbayar, warga miskin dan lansia terkadang kesulitan karena mengeluarkan biaya transportasi. \u201dKarena itulah, petugas yang harus jemput bola,\u201d tegas Anas.<\/p>\n<p>Kunjungan pertama Anas adalah ke rumah Ibu Nuraini Ekayanti di Desa Genteng Wetan yang mengalami kanker indung perut. Nuraeni telah dirujuk ke RSUD Genteng dan segera dikemoterapi di rumah sakit milik Pemprov Jatim, RSUD dr Soetomo di Surabaya.<\/p>\n<p>\u201dTinggal menunggu pemeriksaan besok (6\/3) untuk memastikan kesehatannya, setelah itu dirujuk ke Surabaya. Dan semua pengobatannya telah ditanggung oleh Pemkab Banyuwangi melalui mekanisme yang ada,\u201d imbuh Kepala Dinas Kesehatan Widji Lestariono.<\/p>\n<p>Selanjutnya Anas menjenguk Beny Susanto, bocah 9 tahun di Desa Kaligondo yang menderita hidrosefalus. Setelah mendapat perawatan dan dioperasi, kondisi Benni makin membaik dan telah aktif bersekolah setelah sebelumnya terhambat. Satu bulan yang lalu dia telah dioperasi di RSUD Blambangan. Penyakit hidrosefalus yang menyerang organ otak sebelumnya harus dirujuk ke Surabaya, namun kini sudah bisa ditangani di RSUD Blambangan Banyuwangi seiring dengan berbagai tambahan fasilitas di rumah sakit daerah bertipe B itu.<\/p>\n<p>\u201dAlhamdulillah, sekarang sudah tidak keluar cairan lagi dari matanya dan tak lagi mengeluh sakit kepala,\u201d ungkap Jamilah, ibunda Beny.<\/p>\n<p>Anas mengatakan, strategi jemput bola efektif untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan warga. \u201cYang menarik adalah kemudian muncul semangat gotong-royong. Semuanya terpanggil, mulai kepala desa, pengurus RT\/RW, PKK, komunitas, sampai pengusaha. Ini modal sosial yang bila dirawat dengan baik bisa menyelesaikan masalah. Tentu pemerintah berterima kasih, karena tanpa elemen lain, pemerintah tidak bisa berbuat optimal,\u201d papar Anas.<\/p>\n<p>Anas juga mengunjungi RM, warga perempuan berusia 14 tahun yang menderita tuna rungu dan kini sedang hamil karena mengalami kasus asusila. Permasalahan ini ditemukan setelah warga melapor ke call center Banyuwangi Children Center (BCC). Tim BCC yang juga melibatkan aparat hukum segera bergerak.<\/p>\n<p>\u201dSaya ingin menekankan, adik kita yang mengalami kekerasan seksual hingga hamil ini jangan dihakimi secara sosial. Jangan di-bully. Ini sekarang dalam pemantauan Puskesmas, gizinya juga dipantau karena dalam kondisi hamil. Mentalnya dibangun lagi,\u201d ujar Anas.<\/p>\n<p>Bupati Anas juga mengunjungi kediaman Ibu Mesiyem di Desa Tegalrejo. Selain memberikan bantuan sosial, Bupati Anas juga memastikan untuk memberikan bantuan bedah rumah. \u201dKita ingin memastikan alokasi dana desa yang disalurkan ke desa dari APBD Banyuwangi telah bisa meng-cover permasalahan seperti halnya Bu Masiyem ini,\u201d papar Anas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"BANYUWANGI \u2013 Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjenguk sejumlah warganya yang sakit. Sejak Minggu siang (5\/3) hingga sore,&hellip;\n","protected":false},"author":1,"featured_media":211,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","csco_post_video_location":[],"csco_post_video_url":"","csco_post_video_bg_start_time":0,"csco_post_video_bg_end_time":0,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[16],"class_list":["post-210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kesehatan","tag-kesehatan","cs-entry","cs-video-wrap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":212,"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210\/revisions\/212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.banyuwangikab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}