Permasalahan aspek pelayanan dan hilangnya hak dasar bayi ini, merupakan dua masalah prioritas yang harus segera diselesaikan. Puskesmas mempunyai peran sentral dalam mengatasi masalah ini. Berangkat dari beratnya masalah diatas, maka Kolaborasi dengan unsur-unsur yang ada di masyarakat menjadi pilihan. Merubah Paradikma, dari menunggu ditempat layanan menjadi Layanan Jemput Bola. Dengan Aplikasi Google Maps, titik Koordinat langsung terdeteksi sehingga memudahkan Konselor merespon cepat setiap laporan para Aktor Lokal. Model layanan ini tergolong inovasi baru, dan masih yang pertama di Banyuwangi. Inspirasinya dari film serial CHIPs, dengan dua Aktor Polisi yang begitu responsif terhadap setiap laporan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat dengan fasilitasi para wanita, yang secara langsung pernah mengalami kondisi ini, sangat efektif. Karena, mampu menyakinkan pihak yang difasilitasi. Bentuk kolaborasi khusus dengan para wanita sebagai Aktor lokal ini original, dan tergolong strategi baru untuk mendukung program kesehatan di Kabupaten Banyuwangi. Tujuan Inovasi Generasi Anak Top ini adalah mengkampanyekan bahwa Air Susu Ibu penting dan mmerupakan makanan terbaik sebagai sumber zat gizi utama bagi bayi. ASI merupakan ciptaan Tuhan yang tidak dapat dibuat tiruannya dan tidak dapat tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Pemberian ASI adalah pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak. Untuk mencapai keberhasilan menyusui memerlukan dukungan pemerintah pusat dan daerah, swasta, dunia usaha dan semua lapisan masyarakat secara terus menerus dan berkelanjutan.
Setiap setahun sekali mengadakan Wisuda ibu yang lulus ASI Eksklusif, dikemas bersamaan dengan lomba bayi sehat. Pelaksanaan wisuda layaknya sarjana, lengkap dengan Toga dan piagam Pahlawan ASI.