
Peringatan Hari Kartini 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Banyuwangi berlangsung semarak dan sarat makna. Kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti lebih dari 500 peserta, serta aksi konsumsi tablet tambah darah bagi 200 remaja putri sebagai langkah pencegahan anemia sejak dini. Rangkaian ini menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan sejak usia muda. Momentum tersebut berlanjut dengan Deklarasi Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Pendopo Saba Swagata Blambangan pada 3 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, OPD terkait, serta berbagai unsur lintas sektor. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan kuatnya komitmen kolaboratif dalam menghadapi tantangan kesehatan ibu dan anak. Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah deklarasi. Ia menegaskan bahwa upaya menurunkan AKI dan AKB tidak hanya berorientasi pada pencapaian angka, tetapi lebih jauh merupakan langkah konkret untuk melindungi keselamatan ibu dan bayi, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Senada dengan itu, Gubernur Jawa Timur melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Imam Hidayat, menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara cepat, tepat, dan berkualitas. Sementara itu, Sekretaris Menteri PPPA, Ratna Susianawati, menyoroti pentingnya peran perempuan dan pendekatan lintas sektor dalam meningkatkan kualitas generasi mendatang. Ia juga menilai peringatan Hari Kartini sebagai refleksi perjuangan perempuan yang kini diwujudkan melalui penguatan peran dalam pembangunan kesehatan. Deklarasi ini pun menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola layanan, meningkatkan upaya promotif-preventif, mempercepat deteksi risiko, menjamin kualitas layanan kesehatan, serta menghadirkan pendampingan berkelanjutan berbasis keluarga dan data guna mewujudkan kesehatan ibu dan bayi yang lebih baik.