
Berdasarkan hasil laporan pencapaian kegiatan program Gizi Puskesmas Songgon, angka balita stunting pada bulan Februari tahun 2019 Puskesmas Songgon menduduki prosentase pertama seKabupaten Banyuwangi sebesar 19,9% dan 5 Desamasuk 10 besar dengan prosentase lebih 25 % balita stunting di masing-masing Desa (Desa Bayu 46,2%, Desa Parangharjo 43,4%, Desa Sragi 41,6%, Desa Balak 38,6%, Desa Sumberbulu 31,3%). Capaian Balita BGM 0,63%, Balita underweigh 4,13%, Balita. kurus 2,88%, IMD 70,1%, Bumil KEK 19,6%, ASI Eksklusif 96,5%. Untuk itu dipandang perlu Puskesmas mempunyai inovasi sebagai salah satu upaya mencegah jumlah penambahan Balita stuntingdan Balita kurus diwilayah kerja Puskesmas Songgon.
Kegiatan ini mulai dirintis tahun 2019 setelah pertemuan konvergensi stunting di PEMDA. Kegiatan ini dimulai dengan mengadakan sosialisasi resiko balita stunting dalam pertemuan lintas sector, pertemuan TPPKK Kecamatan atau TPPKK Desa, Pertemuan Kepala sekolah PAUD, TK, RA seKecamatan,Pertemuan Guru UKS SMP, SMA sederajat se Kecamatan Songgon Parenting dan outbond TK, Pertemuan Rutin dengan KPM, Pertemuan kader, Pemberian PMT balita kurus dan ibu hamil KEK, pemantauan tumbuh kembang bayi,balita dan ibu hamil yang bermasalah gizi. Hal ini agar masyarakat teredukasi tentang bahaya stunting dan pentingnya upaya pencegahan sebagai bagian dalam mengatasi masalah Balita Stunting.
Berdasarkan penjelasan diatas sangat diperlukan adanya sebuah inovasi yang memungkinkan upaya pencegahan dan pengurangan angka balita stunting agar dapat terarah, terkoordinir, terukur, termonitor, serta berjalan berkesinambungan Untuk itu kami kemas dalam Inovasi CHATTING (CARA HEBAT ATASI STUNTING).