KOORDINASI LINTAS SEKTOR DAN ORGANISASI PROFESI TERKAIT KESEHATAN IBU

AKB (angka kematian bayi) yaitu 32,0/1000 KH (SDKI 2012) dan prevalensi bayi berat lahir rendah < 2500 gram sebanyak 5,9 % dan dengan penyebab kematian terbanyak pada bayi  yaitu BBLR dan asfiksia,sehingga dibutuhkan upaya yang optimal  untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diwujudkan dengan pemenuhan pelayanan kesehatan neonatus.

Mengingat kematian bayi mempunyai hubungan erat dengan mutu penanganan ibu, maka proses persalinan dan perawatan bayi harus dilakukan dalam sistem terpadu di tingkat nasional dan regional. Berbagai kebijakan, strategi telah diupayakan, namun ada beberapa hal yang perlu menjadi pehatian secara Global, perlu effort keras untuk menurunkan kematian maternal dan neonatal, pendekatan melalui partnership, empowering dan multi sektoral approach serta peran pemerintah daerah. Untuk itu perlunya koordinasi lintas sektor dan organisasi profesi terkait kesehatan ibu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan mengadakan pertemuan koordinasi lintas sektor dan organisasi profesi terkait kesehatan ibu. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 11 maret 2020 yang dihadiri oleh 40 orang. Peserta yang hadir terdiri dari 25 orang ketua TP PKK masing-masing kecamatan dan 15 orang dari organisasi profesi. Dalam sambutannya Kabid Kesmas menyampaikan bahwa untuk mencapai penurunan AKI tentunya tidak hanya tenaga kesehatan yang berperan, tetapi lintas sektor juga berperan penting dalam memerangi AKI.

622 Views

Post Author: kesga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × five =