Pertemuan Pemantapan Praktik Baik Proses Asuhan Gizi Terstandar di Puskesmas

Saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan masalah triple burden, yakni permasalahan malnutrisi, obersitas,  dan kekurangan makronutrien yang terjadi di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan triple burden ini, maka dibutuhkan intervensi yang komprehensif dan tepat pada tingkat perseorangan dan masyarakat.

Dalam mewujudkan peningkatan gizi perseorangan dan masyarakat, Kementerian Kesehatan telah menetapkan upaya pelayanan gizi perseorangan dan masyarakat yang dilakukan di setiap puskesmas untuk mendukung standar pelayanan minimal kabupaten di bidang kesehatan. Tentunya tenaga kesehatan gizi di puskesmas perlu memahami asuhan gizi.

Sejak tahun 2003 American Dietetic Association (ADA) menyusun Standarizes Nutrition Care Process (NCP). Kemudian pada tahun 2006, Asosiasi Dietisien Indonesia (ASDI) mulai mengadopsi NCP-ADA menjadi Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Proses asuhan gizi adalah suatu metode pemecahan masalah yang sistematis dalam menangani problem gizi, sehingga dapat memberikan asuhan gizi yang aman, efektif dan berkualitas. Terstandar yang dimaksud adalah memberikan asuhan gizi dengan proses terstandar, yaitu menggunakan struktur dan kerangka kerja yang konsisten sehingga setiap pasien yang bermasalah gizi akan mendapat 4 (empat) langkah proses asuhan gizi yaitu: assesmen, diagnosis, intervensi serta monitoring dan evaluasi gizi.

Oleh karena itu, pada tanggal 26 Februari 2020 Dinas Kesehatan Banyuwangi menyelenggarakan pertemuan “Pemantapan dan Praktik Baik Proses Asuhan Gizi Terstandar di Puskesmas” dengan sasaran petugas gizi seluruh puskesmas di Kabupaten Banyuwangi. Dalam sambutan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Juwana menyampaikan bahwa dengan adanya pertemuan ini harapannya petugas gizi puskesmas dapat melaksanakan asuhan gizi yang berkualitas sehingga hasil yang dicapai dapat efektif dan standar.

Kegiatan ini dihadiri oleh 45 orang petugas gizi puskesmas di Banyuwangi, serta mengundag 2 pemateri yakni Ibu Julita Arjawati, Amd.Gz selaku Ahli Gizi dari RSUD Blambangan dan Holifatur Rosidah, S.ST selaku Ahli Gizi Puskesmas Wongsorejo.

1,498 Views

Post Author: kesga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 5 =