PERTEMUAN PENCEGAHAN ANEMIA IBU HAMIL PADA MANDIRI PRAKTEK BIDAN

Anemia sering dialami oleh perempuan terutama wanita usia subur, remaja putri, dan ibu hamil. Anemia pada ibu hamil sering disebabkan dengan meningkatnya kebutuhan zat besi yang tidak diimbangi dengan asupan zat besi yang cukup. Padahal anemia pada ibu hamil dapat memberikan dampak yang serius seperti risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan bahwa cakupan anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 48,9%. Sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi di kelompok umur 15-24 tahun. Tahun 2019 di Banyuwangi, anemia pada ibu hamil mencapai 7,8% (target <5%) masih tergolong cukup tinggi, sehingga untuk mencegah anemia diharapkan setiap ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mengadakan pertemuan pencegahan anemia ibu hamil pada mandiri praktek bidan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Maret 2020. Mandiri praktek bidan memiliki peran penting untuk membantu pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan tablet tambah darah selama kehamilan. Kegiatan ini dihadiri oleh 90 orang bidan praktek mandiri yang berasal dari 45 puskesmas yang masing-masing wilayah diwakili oleh 2 orang bidan.

Tentunya dalam kegiatan ini, Kabid kesmas dr.Juwana memberikan pengarahan dalam sambutannya, “Konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk ibu hamil itu sangat penting supaya ibu hamil tidak mengalami anemia sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Sedangkan pada saat ini, konsumsi TTD 90 tablet pada ibu hamil masih kurang, maka dari itu perlu adanya edukasi pentingnya TTD kepada ibu hamil. Selain edukasi, tentunya ibu bidan sebagai tenaga kesehatan yang berpengaruh juga menerapkan pemberian TTD sesuai standar yang sudah dicantumnkan di Permenkes No.88 Tahun 2014”, pungkas beliau.

469 Views

Post Author: kesga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + twenty =