PERTEMUAN TATALAKSANA GIZI BURUK PADA PETUGAS GIZI PUSKESMAS

 

 

 

 

 

 

 

 

Setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang serta memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial. Balita dengan gizi buruk mempunyai dampak jangka panjang dan pendek, berupa gangguan tumbuh kembang, termasuk gangguan fungsi kognitif, kesakitan, risiko penyakit degeneratif di kemudian hari dan kematian. Hasil riskesdas tahun 2018, menunjukkan bahwa status gizi buruk (severe wasting) pada balita telah menurun dari 5,3% (2013) menjadi 3,5% (2018), sedangkan status gizi kurus (wasting) menurun dari 6,8% (2013) menjadi 6,7% (2018).

Selain itu, saat ini topik stunting sudah masuk menjadi topik tranding di Era 4.0, hal ini dikarenakan stunting bisa mempengaruhi pada bidang lain selain bidang kesehatan seperti bidang pendidikan dan bidang ekonomi. Di Asia Tenggara, stunting  Indonesia menduduki nomor 1 yakni dengan pencapaian 38%  (target <20%). Hal ini menunjukkan bahwa stunting di Indonesia masih cukup tinggi.

Menindaklanjuti hal tersebut, pada tanggal 3, 4, 5 Maret 2020 Dinas Kesehatan mengadakan pertemuan Tatalaksana Gizi Buruk pada Petugas Gizi Puskesmas di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dalam pertemuan ini Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Banyuwangi  menyampaikan sambutannya bahwa pertemuan tatalaksana gizi buruk ini penting supaya petugas gizi puskesmas menjadi petugas yang berkualitas sehingga petugas gizi puskesmas menjadi lebih peduli dan bergerak cepat terhadap lingkungan sekitar karena pencegahan itu lebih baik. Terutama berkaitan dengan  stunting, sehingga pencegahan terkait stunting maupun gizi buruk bisa lebih dimaksimalkan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk kelompok kecil karena lebih menekankan ke arah diskusi yang dihadiri oleh 15 petugas gizi puskesmas yang berbeda-beda di masing-masing hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Kegiatan ini dilakukan dengan berdiskusi supaya pemantapan tatalaksana gizi buruk lebih mendalam serta sharing antar puskesmas dalam penanganan gizi buruk bisa jadi pembelajaran satu sama lain.

Total
0
Shares
Leave a Reply
Prev
Pertemuan Pemantapan Praktik Baik Proses Asuhan Gizi Terstandar di Puskesmas

Pertemuan Pemantapan Praktik Baik Proses Asuhan Gizi Terstandar di Puskesmas

Saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan masalah triple burden, yakni

Next
RAPAT LINTAS SEKTOR DAN LINTAS PROGRAM DALAM RANGKA KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING

RAPAT LINTAS SEKTOR DAN LINTAS PROGRAM DALAM RANGKA KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING

Tahun 2018, hasil riskesdas menyatakan bahwa prevalensi stunting indonesia

You May Also Like
Total
0
Share